Sebuah disc jockey (DJ) di salah satu tempat hiburan di Solo, U alias Black (25) ditangkap di Sukoharjo Polisi Satnarkoba. Hitam berhasil dibekuk jalan di sekitar desa Manang, Grogol, Sukoharjo. Seorang DJ asal Solo ditangkap karena narkoba baru-baru ini.

Wakil Komisaris Utama I Komang Sarjana Sukoharjo mewakili Kepolisian Sukoharjo AKBP Saktiadi Iwan mengatakan, ketika polisi menemukan jenis obat dijamin sabu seberat 1.10 gram aktor negara.

“Kami juga mengamankan beberapa bukti antara ponsel lain dan sepeda motor yang digunakan oleh pelaku,” katanya, seperti dilansir Solopos.com, Minggu (2019/09/22).

Wakapolres mengatakan pembom tahanan polisi untuk operasi anti-narkoba yang dilakukan Polisi Sukoharjo pada periode 1 Agustus 20. Selain Hitam, lima tersangka narkoba lainnya ditangkap dalam empat kasus.

Setiap FD alias BG, 43, warga elongasi, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo dan LH alias WR, 37, warga Sukoharjo, dijamin shabu saat pesta di desa Sukoharjo elongasi. Kedua aman dan bukti dari dua lembar plastik berisi sabu seberat satu gram, satu buah bong, korek api, sedotan dan tiga ponsel.

Kemudian tersangka PJ alias JBR, 44, warga Baki, Sukoharjo, ditangkap bersama dengan tiga potongan deposit judi pulsa bukti yang tersisa shabu plastik, tiga pipet dan peralatan, Kelik tersangka alias SK (27), warga Cemani, Sukoharjo, ditangkap sebagai pedagang.

DJ asal Solo ditangkap karena narkoba atas kesalahan penggunaan sabu. Dia mengatakan bahwa perdagangan narkoba tetap menjadi tantangan dan tugas untuk petugas polisi untuk diberantas di daerah Sukoharjo. Bahkan obat ini perdagangan Sukoharjo tersebar di wilayah ini, meskipun telah dipetakan beberapa daerah sering menjadi lokasi membeli dan menjual barang haram.

Lokasi adalah di antara Kabupaten Baki, Sukoharjo, Grogol, Kartasura, Polokarto dan Mojolaban. Sementara jumlah kasus narkotika di bagian selatan Sukoharjo cenderung kecil. Narkotika tetap terkonsentrasi di tempat-tempat ramai.

“Rata-rata kami menangkap pengguna dan kurir. Mereka melanggar Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman selama empat tahun,” katanya.

Penangkapan para tersangka berasal dari orang-orang yang resah laporan mereka beberapa lokasi yang diduga menjadi membeli atau menjual narkotika di wilayah tersebut. Kemudian dari laporan, itu ditindaklanjuti dengan penyelidikan untuk menemukan tersangka. Mereka tidak bergerak ketika digerebek oleh polisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *